Senin, 27 Desember 2010

RINGKASAN MATERI HOW TO DESIGN AND EVALUATE RESEARCH IN EDUCATION (By Jack R. Fraenkel and Norman E. Wallen)


CHAPTER 16

SURVEY RESEARCH

By: La Ludi

( Guru MAN 1 Kendari )


Penelitian survey merupakan salah satu bentuk penelitian yang lazim di gunakan dalam bidang pendidikan. Survey digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang suatu masalah atau issu. Survey dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu: face to face (wawancara langsung) dengan individu atau kelompok, melalui surat atau telepon. Setiap metode memiliki keuntungan dan kerugian. Setiap pertanyaan dirancang sedemikian rupa yang merupakan inti dari penelitian survey ini.
Dalam bab ini akan dipelajari arti survey dan maksudnya, tipe dan kegunaan survey, perbedaan antara survey longitudinal dengan survey cross sectional, perbedaan penelitian survey dengan tipe penelitian yang lain, cara-cara survey melalui surat, telepon maupun wawancara langsung serta keuntungan dan kerugiannya, kemudian mengapa non respon merupakan masalah dalam penelitian survey dan bagaimana memperbaikinya?
Apakah survey itu?
Para peneliti sering tertarik pada opini sekelompok masyarakat tentang sebuah topik atau masalah tertentu. Mereka menanyakan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan masalah tersebut kemudian mencoba menemukan jawabannya. Di sini dicontohkan seorang ketua jurusan sebuah universitas terkenal yang tertarik untuk meneliti bagaimana sekelompok mahasiswa mencapai gelar master. Dia menggunakan 50 mahasiswa sebagai sampel, kemudian membuat daftar pertanyaan untuk mengetahui sikap mereka terhadap program yang diikuti. Dia merancang pertanyaan untuk melakukan wawancara langsung terhadap ke 50 mahasiswa tersebut selama lebih dari dua pekan. Respon yang diberikan oleh mahasiswa kemudian diberi kode, lalu kesimpulan dibuat dari hasil wawancara tersebut, yang disamaratakan ke dalam populasi dari sampel yang diseleksi.
Dari contoh di atas, diperoleh kharakteristik-kharakteristik sebagai berikut;
1. Informasi dikumpulkan dari sekelompok orang yang menggambarkan beberapa aspek, seperti; kemampuan, opini, sikap, dan pengetahuan dari responden yang diteliti.
2. Inti dari cara pengumpulan informasi yaitu melalui pemberian pertanyaan-pertanyaan, kemudian jawaban-jawaban yang diberikan oleh responden dijadikan sebagai data penelitian.
3. Informasi diperoleh dari sampel, bukan dari populasi.
Mengapa survey dilakukan?
Tujuan utama dari survey adalah untuk mendeskripsikan karakteristik dari suatu populasi. Intinya,apa yang ingin disimpulkan oleh peneliti adalah bagaimana respon mendistribusikan satu atau lebih variabel mereka, seperti: usia, etnis/suku, agama, dan sikap mereka terhadap sekolah. Sebagai bagian lain dari sebuah penelitian populasi secara keseluruhan jarang dipelajari. Jadi, sampel yang dikumpulkan dari responden melalui survey dan pendeskripsian dilakukan dengan hati-hati dan populasi ditarik dari apa yang ditemukan pada sampel tersebut. Misalnya : peneliti tertarik untuk menguraikan bagaimana karakteristik (umur, jenis kelamin, etnis, termasuk politik,dsb) dari guru sekolah menengah atas yang ada dalam suatu kelompok, maka peneliti akan memilih guru-guru dalam kota tersebut sebagai sampel untuk di survey.
Dalam melakukan survey terdapat dua tipe, yaitu: cross-sectional survey dan longitudinal survey
1. Cross-sectional survey; dimana informasi dikumpulkan dari sampel yang diambil dari populasi yang telah ditetapkan. Informasi dikumpulkan pada satu titik /saat tertentu. Waktu yang digunakan untuk mengumpulkan data yang diinginkan diambil kapan saja. Bilamana seluruh populasi disurvey, maka hal ini disebut sensus.
2. Longitudinal survey; dimana informasi dikumpulkan pada titik waktu yang berbeda dari suatu waktu untuk mempelajari perubahan populasi. Tiga model survey longitudinal yang digunakan dalam survey antara lain: trend studies, cohort studies dan panel studies.
a. Trend studies; sampel yang yang berbeda dari populasi yang sama disurvey pada titik waktu yang berbeda.
Contoh : seorang peneliti tertarik pada sikap kepala sekolah menengah tentang masalah penggunaan “flexible scheduling”. Penulis akan memilih sampel dari para kepala sekolah tiap tahun. Walaupun populasi agak berubah dan individu yang sama tidak dijadikan sampel untuk tiap tahunnya. Jika dalam memperoleh sampel digunakan sistim random, maka respon yang diperoleh tiap tahun dapat dianggap cukup layak mewakili keadaan populasi para kepala sekolah. Peneliti kemudian akan menguji dan membandingkan respon-respon dari tahun ke tahun untuk melihat trend yang kelihatan.
b. Cohort studies; populasi yang spesifik diikutkan selama periode waktu. Kalau sampel pada trend studies diambil dari populasi yang anggotanya berubah setiap waktu, maka sampel pada cohort studies diambil dari populasi yang anggotanya tidak berubah selama survey berlangsung. Nama-nama semua sampel didaftar dan dari daftar tersebut akan dipilih lagi sebagai sampel untuk waktu yang berbeda.
c. Panel studies; sampel tidak berubah selama survey berlangsung. Peneliti mempelajari individu-individu yang sama, peneliti mencatat karakter mereka atau sifat mereka dan mencari penyebab adanya perubahan. Masalah yang sering terjadi pada panel studies adalah peneliti kehilangan individu yang disurvey. Panel studies sesuai untuk periode survey yang lama.
Langkah-langkah dalam Penelitian Survey
1. Problem definition; definisi permasalahan
Masalah yang diselidiki atau pun disurvey sebaiknya menarik, penting dan cukup memberikan motivasi bagi individu yang disurvey untuk memberikan respon. Para peneliti memberikan tujuan yang jelas melaksanakan survey. Tujuan ini mencakup tujuan umum dan tujuan khusus. Tiap-tiap pertanyaan berhubungan dengan satu atau lebih tujuan survey. Strategi untuk membatasi pertanyaan dalam survey dengan menggunakan pendekatan hirarki (hierarchical approach); yang dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan umum secara luas dan diakhiri dengan peratanyaan yang bersifat spesifik.
2. Identification of the target population
Hampir segala sesuatu dapat disurvey. Sesuatu yang dipelajari dalam suatu survey disebut dengan satuan analisis (unit of analysis), misalnya: perusahaan, ruang kelas, sekolah dll. Sebagai contoh: survey tentang opini dari jurusan pada suatu sekolah tentang masalah kebijakan baru. Tiap-tiap anggota jurusan dijadikan sampel dan disurvey merupakan satuan analisis (unit of analysis). Data survey dikumpulkan dari sejumlah atau satu satuan analisis (unit of analysis) untuk menggambarkan satuan tersebut.
Uraian-uraian tersebut kemudian diringkas untuk menguraikan populasi dari satuan analisis tersebut. Pada contoh diatas, yang menjadi satuan analisis (unit of analysis) adalah sampel dari anggota jurusan, sedangkan populasinya semua anggota jurusan pada sekolah tersebut.
3. Mode of data collection
Beberapa cara pengumpulan data pada survey, antara lain melalui pengadministrasian secara langsung, surat, telepon, dan wawancara pribadi.
a. Pengadministrasian secara langsung
Metode ini digunakan apabila seorang peneliti mempunyai akses ke semua anggota kelompok tertentu pada satu tempat. Perangkat diatur untuk semua anggota kelompok pada waktu yang sama dan biasanya pada tempat yang sama pula.
Keuntungan dari metode ini adalah:
1) adanya respon yang tinggi, mendekati 100 %
2) biaya rendah
3) peneliti mempunyai kesempatan menjelaskan sebelum responden menjawab/mengisi kuesioner.
Kerugian dari metode ini adalah:
- tidak banyak tipe survey yang dapat menggunakan sampel individu yang dikumpulkan bersama-sama sebagai satu kelompok.
b. Pengumpulan data melalui surat
Data pada cara ini dikumpulkan melalui surat yang telah dikirimkan
Keuntungannya:
1) relatif murah
2) dapat dilakukan oleh peneliti sendiri atau dibantu dengan beberapa asisten
3) responden mempunyai waktu yang cukup untuk menjawab pertanyaan dengan serius
Kerugiannya:
1) peneliti mempunyai waktu/kesempatan yang sedikit untuk bekerja sama dengan responden ataupun untuk memberi penjelasan
2) kecenderungan menghasilkan nilai respon yang rendah
3) tidak menjamin akan dapat memperoleh informasi dari tipe sampel tertentu (misal: sampel buta huruf)
c. Pengumpulan data melalui telepon
Peneliti memberikan pertanyaan kepada responden dengan melalui telepon.
Keuntungannya:
1) lebih murah daripada dengan wawancara pribadi
2) dapat dilangsungkan dengan cepat
3) peneliti dapat membantu responden
4) membantu mengatasi apabila pewawancara enggan pergi
Kerugiannya:
1) akses pada responden/sampel tidak mungkin ada jika tanpa telepon atau tidak ada daftar nomor telepon.
2) kurang efektif untuk mencari informasi tentang masalah sensitif atau pertanyaan yang bersifat pribadi
d. Pengumpulan data melalui wawancara pribadi
Peneliti melaksanakan wawancara langsung (face-to-face) kepada responden
Keuntungannya:
1) paling efektif, adanya kerja sama dengan responden
2) laporan dapat ditulis
3) pertanyaan dapat diklarifikasi bila kurang jelas
4) jawaban tidak jelas/lengkap dapat ditindaklanjuti
5) mengurangi beban baca/tulis dari responden
Kerugiannya:
1) lebih mahal dibanding dengan survey surat ataupun telpon
2) memerlukan pewawancara yang terlatih (biaya pelatihan dan waktu)
3) respon adakalanya kurang valid untuk pertanyaan yang sensitif (adanya rasa malu dari responden)
4) sering mengalami kesulitan untuk jumlah responden yang besar

Keuntungan dan Kerugian Metode Pengumpulan Data Survey

Pengumpulan Data survey
Direct
Administration
Melalui
Telepon
Melalui
Surat
Wawancara
Perbandingan biaya
Perlu fasilitas
Memerlukan pelatihan
Waktu pengumpulan data
Respon
Memungkinkan administrasi kel.
Dengan sampel random
Memerlukan contoh
Ijin pertanyaan lanjutan
Mendorong ke topik sensitif
Standarisasi jawaban
Paling murah
Ya
Ya
Paling singkat
Sangat tinggi
Ya
Mungkin
Ya
Tidak
Kadang2
Mudah
Murah
Tidak
Ya
Singkat
Baik
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Kadang2
Kadang2
Murah
Tidak
Tidak
Lebih lama
Paling jelek
Tidak
Ya
Ya
Tidak
Terbanyak
Mudah
Tinggi
Ya
Ya
Paling lama
Sangat tinggi
Ya
Ya
Tidak
Ya
Kurang
Paling keras
4. Seleksi Sampel
Sampel yang disurvey harus diseleksi dan mewakili dari populasi serta menarik (jika memungkinkan secara random). Peneliti harus memastikan bahwa sampel itu memiliki informasi yang ingin diperoleh dan responden berkeinginan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Apabila responden tidak tertarik pada topik yang diteliti maka peneliti melakukan persiapan awal terhadap responden untuk menilai daya penerimaannya. Di sekolah survey didasarkan pada tingkat tanggapan yang diperoleh dari daftar pertanyaan yang dikirim melalui seseorang yang diberikan otoritas untuk mengurus responden. Peneliti meminta para guru kelas untuk mengurus daftar pertanyaan para siswa mereka, peneliti tidak meminta secara langsung ke siswa. Sebagai contoh: pandangan para mahasiswa terhadap ketercukupan program pada universitas atau pandangan pengawas sekolah yang berstatus wanita menyangkut permasalahan administrasi mereka dll.
5. Penyiapan instrument
Di dalam penelitian survey, tipe instrument yang paling banyak digunakan adalah kuisioner dan daftar wawancara . Tipe-tipe ini merupakan tipe yang identik. Akan tetapi, di dalam kuisioner biasanya dilakukan langsung oleh responden sendiri sedangkan di dalam daftar wawancara dilakukan oleh peneliti. Adapun kharakteristik suatu instrumen yang menarik yang dapat berpengaruh terhadap berhasilnya suatu survey adalah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tidak terlalu panjang dan mudah dijawab.
Ada empat pertanyaan yang biasanya digunakan dalam survey, menurut Floyd Fowler, yaitu:
- Apakah pertanyaan dapat ditanyakan secara tertulis?
- Apakah pertanyaan mempunyai arti yang sama bagi semua orang?
- Apakah pertanyaan dapat dijawab oleh masyarakat?
- Apakah pertanyaan yang akan dijawab,sesuai prosedur pengumpulan data?
Jawaban bagi pertanyaan survey untuk setiap pertanyaan diatas adalah ’ya’, pertanyaan survey yang tidak sesuai standard di atas sebaiknya ditulis ulang.
Penting untuk diingat bagi para peneliti adalah:
- Apapun tipe instrumen yang digunakan, pertanyaan yang sama harus ditanyakan pada semua responden dalam sampel.
- Kondisi saat kuisioner dikerjakan atau saat wawancara berlangsung maka sebisa mungkin sama bagi semua responden
Types of Questions
Pertanyaan-pertanyaan dan cara menanyakan merupakan hal yang sangat penting dalam survey research. Susunan kata yang kurang bagus dalam pertanyaan akan menyebabkan kegagalan dalam survey. Bentuk tipe pertanyaan yakni (1) pilihan ganda (multiple-choice) yang digunakan untuk mengukur pendapat, sikap atau pengetahuan. (2) pertanyaan tertutup (closed-ended questions) yang memperbolehkan seorang responden untuk memilih jawabannya dari beberapa pilihan jawaban.
Karakteristik pertanyaan tertutup sebagai berikut:
- Mudah digunakan, diskor, dan diberi kode untuk analisa dengan komputer.
- Bilamana semua respon mempunyai pilihan yang sama, maka diperlukan standarisasi data.
- Relatif lebih sulit dibuat dibandingkan dengan pertanyaan terbuka.
- Memungkinkan adanya respon individu yang sebenarnya tidak ada dalam pilihan jawaban yang diberikan, untuk itu peneliti biasanya menyediakan pilihan ’yang lain’ untuk setiap item dari kuisioner.
Beberapa tips bagi peneliti untuk memperbaiki pertanyaan tertutup:
- Pertanyaan tidak mempunyai pengertian ganda
- Fokus pertanyaan dibuat sesederhana mungkin
- Pertanyaan dibuat singkat/ pendek
- Hilangkan pertanyaan awal (satu pertanyaan dalam satu item)
- Hilangkan kata ‘negatif’ dalam pertanyaan

Keuntungan dan kerugian pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup

Pertanyaan terbuka
Pertanyaan tertutup
Keuntungan:
- lebih mudah dan lebih cepat untuk ditabulasi
- lebih dikenal oleh responden
Kerugian:
- respon yang terbatas
- memerlukan waktu lebih lama untuk membuat
memerlukan beberapa pertanyaan untuk topik penelitian
Keuntungan:
- lebih mudah dibuat
- bisa ditindaklanjuti oleh pewawancara
- memperbolehkan respon yang lebih bebas
Kerugian:
- respon dari responden dapat membentang dan bertentangan, baik isi maupun panjangnya.
- lebih sulit ditabulasi dan sintesa
Pretesting (Tes awal Kuisioner)
Setelah pertanyaan-pertanyaan tergabung dalam suatu kuisioner atau daftar wawancara telah ditulis, peneliti sebaiknya mengadakan uji coba dengan sampel kecil yang mempunyai potensi sama dengan responden. Suatu Pretest pada kuisioner atau daftar wawancara akan melahirkan dua hasil (kemungkinan) pertanyaan dengan susunan kata yang kurang bagus, pertanyaan yang tidak dimengerti, pilihan yang tidak jelas, dan dapat juga menunjukkan apakah instruksi kepada responden sudah jelas.
Format menyeluruh (Kuisioner)
Format suatu kuisioner merupakan hal yang sangat penting dalam mendukung responden untuk memberikan responnya. Hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun kuisioner adalah susunan tidak kacau, dimana dalam satu baris tidak boleh lebih dari satu pertanyaan.
6. Preparation of the cover letter (Penyiapan surat tertutup)
Survey yang dilakukan melalui pos memerlukan telepon dan wawancara pribadi apabila tidak ada penjelasan tujuan dari daftar pertanyaan. Idealnya surat tertutup itu juga memotivasi responden menjawabnya. Surat tertutup ini harus meringkas secara rinci dan menjelaskan tujuan kepada individu yang diminta untuk menjawab dengan menjaga kerahasiaanya. Jika memungkinkan peneliti memberikan kesediaan untuk berbagi hasil ketika penelitiannya sudah selesai. Itu dapat ikut membantu peneliti untuk memperoleh sponsor dari suatu institusi yang dikenal oleh responden. Secara khusus, sesuai waktu yang telah ditargetnya maka daftar pertanyaan sudah dikembalikan secara lengkap yang ditandai dan ditandatangani oleh peneliti, untuk menghindari pengembalian masuknya surat-surat lain.
7. Training of Interviewers
Survai dengan menggunakan telepon & wawancara langsung memerlukan pewawancara yang dilatih sebelumnya.
Pewawancara melalui telepon harus mengetahui:
  • Bagaimana menjelaskan dengan cepat fungsi/kegunaan responden dipanggil/ditelepon.
  • Menjelaskan pada responden mengapa informasinya diperlukan
  • Bagaimana memberikan pertanyaan sehingga responden dapat memberikan jawaban/ respon dengan tulus.
Sedangkan pewawancara secara langsung (face-to-face) sebaiknya :
  • Dapat menjelaskan dengan cepat pada responden tentang mengapa dilakukan wawancara
  • Dapat menjelaskan mengapa perlu memperoleh informasi dari responden
  • Bagaimana memberikan pertanyaan sehingga reponden dapat memberikan jawaban/ respon dengan tulus
  • Dapat membuat laporan hasil wawancara
  • Mengetahui bagaimana memberikan pertanyaan baru dan kembali kepada pertanyaan sebelumnya yang belum dijawab oleh responden
  • Dapat mengetahui kapan dan bagaimana menindaklanjuti jawaban yang kurang jelas maupun jawaban yang berpengertian ganda.
Pewawancara juga membutuhkan pelatihan dalam hal gerak tangan, ekspresi wajah, dan cara berpakaian. Bermuka masam dapat menghalangi seorang responden untuk menjawab pertanyaan.
8. Menggunakan metode wawancara untuk mengukur
Interviu telah digunakan secara luas untuk memperoleh informasi kognitif baik isi maupun proses. Contoh yang dilakukan oleh Jean Piaget dkk; mereka menggunakan semi structured sequence dari pertanyaan kontingensi untuk menentukan tingkat perkembangan kognitif anak.

Non Response

Pada hampir semua survai beberapa anggota sampel tidak memberikan respon, yang dikenal dengan istilah Non Response. Hal ini disebabkan oleh, antara lain: tidak/kurang tertarik pada topik survai, tidak mau dijadikan sampel (tidak ingin berpartisipasi dalam survai) dll.
Adapun Non Response dibagi dua kategori : total non respon dan item non respon.
a. Total Non Response
Graham Kalton menunjukkan bahwa total non response dapat terjadi pada survai interviu yang disebabkan karena :
- Responden menolak untuk diwawancarai
- Responden tidak ada di rumah ketika pewawancara menelpon
- Responden sakit, tidak tahu bahasa, tuli atau tidak ada di lokasi
- Survey dengan surat, beberapa kuisioner tidak dapat dikirim
- Beberapa responden mengembalikan kuisioner dengan tidak dijawab
Beberapa tehnik yang digunakan peneliti untuk mengurangi non response :
- Pewawancara dilatih untuk bersikap ramah dalam menanyakan suatu pertanyaan
- Pada survai dengan surat, nama dan identitas kerahasiaanya dijamin
- Kuisioner biasanya disusun mulai dari pertanyaan yang sederhana
- Bila responden tidak berada dirumah pewawancara bisa datang dilain waktu.
- Kuisioner dengan surat dapat diikuti dengan surat peringatan dua atau tiga kali
b. Item Non Response
Item Non response ini dapat terjadi oleh beberapa sebab :
- Responden tidak mengetahui jawaban pada pertanyaan yang khusus
- Responden hanya memiliki waktu singkat
- Pewawancara memberikan pertanyaan yang meloncat-loncat (tidak berurutan) sehingga pewawancara tidak bisa mencatat jawaban dengan baik
- Kadang-kadang pada tahap analisis jawaban pada pertanyaan tertentu tidak konsisten dengan jawaban lain
- Beberapa jawaban tidak jelas
Besarnya non response tergantung pada bentuk pertanyaan yang diajukan dan model pengumpulan data. Pertanyaan yang sangat sederhana biasanya mendapat response (no non response). Graham Kalton menaksir (menilai) bahwa : pertanyaan yang sulit atau sensitif akan menghasilkan jumlah non response yang tinggi , sedangkan untuk pertanyaan misalnya tentang penghasilan, belanja, biasanya mengahasilkan non response 10%
Beberapa petunjuk untuk meningkatkan nilai respon pada survey:
1). Administration of the questionnaire or interview schedule (pengaturan kuisioner atau daftar wawancara):
- Pastikan bahwa kelompok yang akan disurvey mengetahui sesuatu tentang informasi yang ingin diperoleh.
- Ciptakan kondisi yang sama untuk setiap individu dalam sample
- Pewawancara melalui telepon atau pewawancara langsung dilatih tentang bagaimana menanyakan / mengajukan pertanyaan.
2). Format kuisioner atau daftar wawancara :
- Pastikan cukup tempat bagi responden untuk mengisi data biografi yang diperlukan (umur, jenis kelamin, pendidikan dll)
- Pastikan bahwa setiap item pada kuisioner / daftar wawancara mempunyai hubungan dengan tujuan penelitian, ini akan menolong memperoleh informasi tentng tujuan
- Menggunakan pertanyaan tertutup (misalnya pilihan ganda ) lebih baik dari pada menggunakan pertanyaan terbuka ( jawaban/ respon bebas)
- Pastikan bahwa pertanyaan tidak mengandung ancaman psikologis
- Lakukan pretest terhadap kuisioner atau daftar wawancara pada kelompok kecil yang sama dengan sampel yang akan disurvai
3). Problem pada proses penyusunan instrumen dalam penelitian :
- Beberapa ancaman yang berlaku pada penyusunan instrumen dapat menyebabkan individu memberikan respon yang berbeda
- Bilamana peneliti tidak hati-hati dalam mempersiapkan kuisioner ini akan dapat memberikan respon yang berbeda (waktu wawancara yang tidak semestinya: saat makan siang, ruang yang sempit, dll)
- Karakteristik dari sipengumpul data ( pakaian yang menarik, bahasa yang tidak menghina, sikap tidak mengindahkan/ perhatian) dapat mempengaruhi respon individu
4). Analisa data dalam survai penelitian
- Setelah jawaban hasil survai dicatat, kemudian dianalisa
- Persentase respon sampel untuk setiap item dicatat, sehingga dapat diketahui persentase dari responden yang memilih setiap alternative jawaban untuk setiap pertanyaan. Contoh; item 26, yang menjawab setuju 80 %, yang tidak setuju 15 %, yang menjawab netral 5 %.
Hal yang Penting pada Penelitian Survey
1. Semua survey memiliki 3 karakteristik dasar, antara lain ;(a) mengumpulkan informasi, (b) dari sampel, (c) dengan mengajukan pertanyaan, untuk menguraikan beberapa aspek dari populasi dimana sampel berada.
2. Fungsi utama dari semua survey adalah untuk menguraikan karakteristik dari suatu populasi.
3. Ada dua tipe utama survey yang dapat dilakukan, yaitu : cross-sections surveys dan longitudinal surveys
4. Yang termasuk model longitudinal surveys meliputi antara lain : trend studies, cohort studies dan panel studies
5. Pada trend studies, sampel yang yang berbeda dari populasi yang sama disurvey pada titik waktu yang barbeda.
6. Pada cohort studies, populasi yang spesifik diikutkan selama periode waktu
7. Pada panel studies, sampel tidak berubah selama survey berlangsung
8. Survai tidak sesuai untuk semua topik penelitian khususnya untuk subyek yang perlu diobservasi atau variabel yang dimanipulasi
9. Ada empat jalan/cara mengumpulkan data dalam survai yaitu : surat, telepon, wawancara langsung, dan administrasi, yang masing-masing mempunyai keuntungan dan kerugian
10. Jika mungkin sampel yang disurvai sebaiknya dipilih secara random
11. Tipe instrument yang paling banyak digunakan dalam survai penelitian adalah kuisioner dan daftar wawancara
12. Pertanyaan dan cara mengajukan pertanyaan merupakan hal yang sangat penting dalam survai penelitian
13. Pada umumnya survai menggunakan bentuk pertanyaan tertutup
14. Instrumen survai sebaiknya dipre-teskan pada sampel kecil yang mempunyai potensi sama dengan responden
15. Contingency question adalah pertanyaan yang jawabanya merupakan bagian dari jawaban responden atas pertanyaan utama. Susunan yang baik dan urutan pertanyaan yang urut (teratur) merupakan hal yang sangat penting pada daftar wawancara
16. Surat pengantar adalah sebuah surat yang dikirimkan kepada responden (pada survai dengan surat) menjelaskan fungsi dari kuisioner
17. Pewawancara melalui telepon maupun pewawancara secara langsung memerlukan pelatihan sebelum mereka mengunakan instrument dalam survey
18. Total Non Response dan Item Non Response merupakan masalah utama dalam survey penelitian pada tahun-tahun belakangan ini
19. Persentase dari seluruh respon sampel untuk setiap item pada survai kuisioner dicatat, begitu juga porsentase dari seluruh sampel yang memilih setiap alternative jawaban pada setiap pertanyaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar